Welcome To My Blog

WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 16 Desember 2010

KARYA SASTRA

Bentuk karya sastra dibedakan menjadi 3 :
1. Prosa adalah karya sastra yang ceritanya disampaikan secara turun menurun dalam bentuk lisan yang bersifat statis, mendidik, dan menghibur serta menggunakan kata-kata klise.
2. Puisi adalah karya sastra dengan menggunakan aturan-aturan tertentu yang terikat baris, bait, rima, dan irama.
3. Drama adalah karya sastra yang mengisahkan kehidupan dan perwatakan seseorang melalui gerak dan dialog yang dipentaskan.

Menurut zamanya karya sastra dibedakan menjadi 2 :
1. Sastra lama adalah karya sastra yang ditulis di dalam buku dengan bahasa daerah di wilayah Indonesia yang belum terpengaruh kebudayaan barat.
2. Sastra baru / modern adalah sastra yang berkembang setelah bertemu kebudayaan barat dan mendapat pengaruh kebudayaan barat.

Perbandingan Karya Sastra Lama dan Karya Sastra Baru

Karya Sastra Lama Karya Sastra Baru
Prosa
1. Jenis

2. Sumber cerita
3. Bahasa
4. Penulis
Fabel, dongeng, mitos, legenda, sage, hikayat
Istana sentris
Klise
Anonim / tidak disebutkan
Cerpen, novel, roman

Masyarakat sentris
Dinamis, bervariasi
Pengarangnya jelas
Puisi
1. Jenis


2. Jumlah baris
3. Rima
4. Irama
Pantun, syair, gurindam, mantra, talibun, bidal

Ada aturannya
Ada aturannya
Khas / sama jenis
Distikon, terzina, kwantin, kwin, seklet, oktaf, soneta, septra, puisi bebas, romance, balada, elege
Bebas
Bebas
Bervariasi



1. DONGENG yaitu tentang sesuatu tidak mungkin terjadi, khayal atau tidak masuk akal. Dongeng ada yang berhubungan dengan kepercayaan, keajaiban alam, kehidupan binatang, atau hal-hal yang lucu ( jenaka ). Dongeng terdiri atas beberapa jenis sebagai berikut :
a. LEGENDA yaitu dongeng yang ceritanya bertalian dengan keajaiban atau kenyataan alam.
Contoh :
“ Terjadinya Tangkuban Perahu ”, “ Rawa Pening ”, atau “ Asal Mula Negeri Jambi ”
b. MITE yaitu dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat tentang makhluk halus atau tentang dewa-dewi yang erat hubungannya dengan animisme
Contoh :
“ Gerhana Bulan ”, “ Nyai Rara Kidul ”, dan “ Harimau Jadi-Jadian ”
c. FABEL yaitu cerita atau dongeng tentang kehidupan binatang yang diceritakan sebagai kehidupan masyarakat manusia.
Contoh:
“ Kancil dengan Buaya ”, “ Harimau dengan Kancil ”, dan “ Kancil dengan Siput ”
d. SAGA yaitu dongeng yang berhubungan dengan peristiwa sejarah. Tokoh-tokoh pada saga terdapat pada sejarah, tetapi isi ceritanya tidak masuk akal.
Contoh :
“ Hang Tuah ”, “ Cerita Si Badang ”, dan “ Ciung Wanara ”
2. HIKAYAT yaitu cerita yang melukiskan kehidupan raja atau dewa yang gagah perkasa, yang isinya bersifat khayal. Dalam kehidupan, mereka mula-mula mengalami sesuatu kesengsaraan tetapi pada akhirnya berbahagia. Isi ceritanya biasanya biasanya dimulai dari keluarga raja.
Contoh :
“ Hikayat Raja Budiman ”, “ Hikayat Si Miskin ”, “ Hikayat Indra Bangsawan ”
3. EPOS atau WIRACARITA yaitu cerita pahlawan. Epos mengisahkan perjuangan yang melukiskan sifat kepahlawanan. Pada umumnya epos berisi peperangan antara pahlawan yang membela kebenaran melawan kejahatan. Epos berbentuk seperti syair panjang.
Contoh :
Mahabarata oleh Wiyasa, dan Ramayana oleh Walmiki
4. TAMBO yaitu cerita atau sejarah yang sungguh-sungguh terjadi dan bercampur dengan khayalan
Contoh :
a. Sejarah Melayu
b. Hikayat Raja-Raja Pasai
c. Hikayat Raja-Raja Aceh
5. CERITA BERBINGKAI yaitu cerita yang didalamnya terdapat cerita dan didalamnya lagi terdapat cerita yang berupa sisipan cerita.
Contoh :
a. Hikayat 1001 Malam
b. Hikayat Bayan Budiman
Karya Sastra Melayu Lama, khususnya prosa, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1) Ceritanya disampaikan secara turun-menurun dalam bentuk lisan
2) Bersifat statis, yaitu bentuknya tetap tidak mengalami perubahan
3) Nama pengarang tidak disebutkan atau anonim
4) Ceritanya berkisar pada raja dan istana sehingga disebut dengan istilah istana sentris
5) Bersifat mendidik dan menghibur
6) Menggunakan kata-kata klise, misalnya syasdan, halta, dan arkian





1. CERPEN
Bacaan “ Ingin Pulang ” termasuk cerita pendek “ Cerpen ” merupakan salah satu bentuk karya sastra modern yang berbentuk prosa, selain cerpen, novel dan roman juga termasuk karya sastra modern.
Ciri-ciri cerpen atau cerita pendek :
a. Panjang 3 sampai dengan 10 hal / kurang dari 10.000 kata
b. Habis dibaca dalam sekali duduk
c. Dalam satu cerita hanya ada satu insiden yang menguasai jalan cerita
d. Terdapat konflik tetapi tidak sampai menimbulkan perubahan nasib pelaku utamanya
e. Hanya terdapat satu alur saja
f. Perwatakan dan penokohandilukiskan secara singkat
2. NOVEL adalah karangan fiksi yang menceritakan kejadian yang luar biasa pada pelakunya sehingga terjadi konflik yang menimbulkan perubahan nasib.
Ciri-ciri novel :
a. Menceritakan sebagian kehidupan yang luar biasa
b. Terjadi konflik sehingga menimbulkan perubahan nasib pelakunya
c. Novel merupakan cerita yang lebih sempit dari pada “ roman ”, tetapi lebih luas dari pada “ cerpen ”.
d. Terdapat beberapa alur yang mempengaruhi jalan cerita, dan
e. Perwatakan dan penokohan dilakukan secara mendalam
3. ROMAN adalah fiksi yang menceritakan seluruh kehidupan pelakunya dari kanak-kanak hingga meninggal dunia.
Ciri-ciri roman :
a. Menceritakan kehidupan pelaku-pelakunya sejak kecil hingga meninggal dunia
b. Biasanya merupakan cerita yang panjang
c. Dalam roman terdapat beberapa insiden yang mempengaruhi jalan cerita
d. Terdapat konflik sehingga membuata perubahan nasib
e. Terdapat beberapa alur
f. Perwatakan dan penokohan dilukiskan secara mendalam





Selain Prosa ada pula karya sastra lama berbentuk Puisi antara lain Mantra, Sajak, Bidal, Pantun, Syair dan Gurindam :
1. MANTRA
Adalah puisi lama yang memiliki daya kesaktian (kegaiban).
2. SAJAK
Adalah perulangan bunyi, persamaan bunyi atau paduan bunyi. Contoh : hati - mati.
 Macam - Macam Sajak, yaitu :
1) Sajak penuh atau sajak sempurna, yaitu suku kata akhir bunyinya sama. Contoh : para-saudara
2) Sajak penuh atau Sajak Asonansi, yaitu persamaan bunyi pada beberapa huruf suku akhir. Contoh : mancur - lebur
3) Sajak Rangka, persamaan huruf pada beberapa konsonan. Contoh : baru - biru.
4) Sajak Pangkal atau Diterasi, yaitu apabila suku atau huruf awalnya sama. Contoh : letih - lesu - lemah - lunglai
5) Sajak Mutlak, yaitu apabila seluruh kata (1 perkataan) sama. Contoh : ...pula
 Sajak Menurut Susunan Baris Dalam Bait, yaitu :
a. Sajak Terus : a-a-a-a-b-b-b-b-c-c-c-c-d-d-d-d
b. Sajak Silang : a-b-a-b
c. Sajak Peluk (Berpaut) : a-b-b-a, c-d-d-c
d. Sajak Pasangan : a-a, b-b, c-c
e. Sajak Patah : a-b-a-c
IRAMA
Ialah alur suara yang datangnya beraturan. Irama bahasa adalah alat yang penting untuk membayangkan perasaan yang terkandung didalamnya. Melodi adalah penggantian alur suara yang tertinggi rendah serta cepat lambat. Metrum adalah penggantian alur suara keras dan lembut.
3. BIDAL
Ialah ucapan pikiran dengan cara kias yang tepat. Contoh : Malu bertanya sesat dijalan.
Jenis - Jenis Bidal, yaitu :
a. Pepatah ialah ucapan kiasan yang tepat, atau cara berbahasa yang biasanya digunakan untuk mematahkan percakapan orang lain.
Contoh : Tong kosong nyaring bunyinya
b. Perumpamaan ialah kiasan atau cara berbahasa dengan mengumpamakan. Biasanya menggunakan kata - kata : seperti, sebagai, laksana.
Contoh : Bagai durian dengan mentimun
c. Tonsil adalah kiasan yang bersajak atau berirama.
Contoh : Keras - keras kerak, kena air lunak juga
d. Kiasan adalah peribahasa yang pendek dan tepat.
Contoh : Makan hati, berulam jantung
e. Ibarat ialah perumpamaan yang lebih terang - terangan, mantap, dan mengesan.
Contoh : Ibarat bunga segar dipakai, layu dibuang
f. Remeo adalah kalimat - kalimat pendek tetapi tepat dan mengundang semangat.
Contoh : Sedikit bicara, banyak bekerja
g. Kata Mutiara adalah susunan kata yang mengandung kebijaksanaan atau arti dalam.
Contoh : Senangkan hatimu dengan menyenangkan hati orang lain
4. PANTUN
Ialah bentuk puisi lama yang terikat oleh aturan - aturan berikut :
1) Tiap bait terdiri dari 4 baris
2) Tiap baris terdiri dari 8 - 12 suku kata
3) Bersajak a-b-a-b
4) Baris 1 dan 2 yang pertama adalah sampiran, sedangkan yang ke 3 dan 4 adalah isi pantun
5) Huruf besar terletak pada permukaan baris 1 - 3
6) Tanda bacanya : ,-,-
Contoh :
Kalau ada sumur diladang (a)
Dapatkah kita menumpang mandi (b)
Kalau ada umur panjang (a)
Tentulah kita berjumpa lagi (b)
Jenis - Jenis Pantun, yaitu :
• Berdasarkan isinya
a. Pantun anak - anak
b. Pantun muda
c. Pantun tua
• Berdasarkan bentuknya
a. Karmina (Pantun Kilat)
b. Seloka (Pantun Berkait)
c. Talibun
Contoh pantun anak - anak : Kapan saudara kesurakarta
Pertama lupa tinggalkan uang
Pertanyaan saya jawaban saudara
Kecil berselimut tua telanjang
Berdasarkan bentuknya pantun dibagi menjadi 3 yaitu :
A. Karmina (Pantun Kilat)
Apabila pantun itu hanya terdiri dari 2 baris, maka pantun itu disebut pantun kilat (karmina).
Syaratnya : - Tiap bait terdiri dari 2 baris
- Baris pertama, baris kedua isi
- Sajak a-a
Contoh : Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula
B. Seloka (Pantun Berkait)
Ialah pantun baris kedua dan keempat bait ke I menjadi baris kesatu dan ketiga bait ke II. Jadi pantun berkait tidak cukup hanya satu bait saja.
Contoh : Taman melati dirumah - rumah a.1
Ubur - ubur disampingan dua a.2
Kalau mati kita bersama a.3
Satu kubur kita berdua a.4
C. Talibun
Ialah pantun yang lebih dari 4 baris, tetapi sudah genap jumlahnya sepantun yang pertama, sedang setengah berikutnya isinya.
Contoh : Kalau anak pergi kepekan
Yu beli belanak beli
Kan panjang beli dahulu,
Kalau anak pergi berjalan
Teman cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu
5. SYAIR
Syair artinya : - Orang yang berperasaan halus
- Pengarang mempunyai perasaan halus
- Pengarang puisi
Kata syair berasal dari bahasa Arab “Syaara” yaitu artinya berperasaan atau merasa. Dari kata syara ini dibentuklah kata “Syuur” yang artinya perasaan.
Di Indonesia kata syair tidak diartikan pembuat puisi (pengarang puisi), tapi nama suatu bentuk puisi. Bentuk puisi dibawa oleh orang paris yang beragama islam ke Indonesia.
Syarat - Syarat Syair, yaitu :
a) Tiap bait terdiri dari 4 baris
b) Tiap baris ada 4 atau 5 kata yang terdiri dari 8 - 12 suku kata
c) Sajaknya penuh : a-a-a-a
d) Keempat baris dalam I bait berhubungan erat. Jadi tidak ada sampiran seperti pada pantun. Semuanya berupa isi.
e) Aturan bait yang satu dengan bait yang lain isinya berhubungan juga sehingga merupakan suatu ceritera. Bahkan dapat dikatakan bahwa syair adalah ceritera lama dalam bentuk puisi
f) Tanda baca serta huruf besar tidak tertentu letaknya
Isinya syair biasanya suatu ceritera atau dongeng yang mengandung pelajaran dan nasihat. Pada umumnya pengarang syair tidak disebutkan tetapi ada juga yang disebutkan namanya.
Contoh :
Setelah di dengar raja bestari
Muka baginda tidak terperi
Pedang terhunus baginda sendiri
Permaisuri tua memegangkan diri
6. GURINDAM
Adalah bentuk puisi lama disamping pantun, syair, karmina dan lain - lain. Pengarang gurindam yang terkenal di Indonesia Raja Ali Haji (Riau) dengan karangannya “gurindam dua belas”.
Syarat - syarat Gurindam, yaitu :
1) Tiap bait terdiri dari 2 baris
2) Bersajak a-a (kedua baris itu ada persamaan bunyi)
3) Umumnya baris kedua dari tiap gurindam merupakan akibat atau balasan dari baris pertama
4) Biasanya berisi nasehat atau pelajaran
5) Gurindam tidak bersampiran, pada karmina bersampiran
Contoh :
Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang





Bentuk - Bentuk Puisi Baru, yaitu :
1. DISTIKON (Sajak 2 Untai)
Ialah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris, bersajak a-a. Umumnya bersajak sempurna atau paruh.
Contoh :
Hang Tuah
Banyu berpuput alun digulung
Banyu disebut buih dibubung
Selat malaka ombaknya memecah
Pukul - memukul belah membelah
Bahtera ditepuk butiran dilanda
Penjajah dihantuk haluan tunda
Camar terbang riuh suara
Alkamar hilang menyelam segera
2. TERZINA (Sajak Seuntai)
Ialah sajak, tiap bait terdiri dari 3 baris.
Contoh :
Bagaimana
Kadang - kadang aku benci,
Bahkan sampai aku mati
............, diriku sendiri
Seperti aku
Menjadi setan,
diriku sendiri, ....
waktu itu
aku ....
seperti orang lain dari diriku
3. KUATREN (Sajak 4 Seuntai)
Ialah sajak yang tiap bait terdiri dari 4 baris.
Contoh ;
KEMUNING
Kubuka jendela kutinjau keluar
Hawa sejuk masuk kedalam
Lega hatiku sukmaku segar
Menghirup udara merenung alam

Pohon kemuning sedang berkembang
Memutih bunganya berserak ditanah
Ada yang rontok ada yang kembang
Semerbak wangi mengharum tanah
...................... dan selanjutnya
4. KUIN (QUINT)
Ialah sajak yang tiap bait terdiri dari 5 baris.
Contoh :
Terkenang aku petua Belanda
“Jikalau hendak membumbung tinggi
Buatlah sayap kuatkan cita
Jikalau hendak menyeberang jurang
Rentangkan jembatan tetapkan jiwa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar